Pranam Lotus Feet

Pranam Lotus Feet Bhagawan Sri Sathya Sai Baba

 

 

 

Kisah Kemuliaan Sathya Sai diseluruh dunia tidak terhitung banyaknya seperti penyembuhan  dari sakit, keselamatan maupun perubahan mental spiritual. Setiap Devotee mempunyai pengalaman tersendiri dengan Sri Sathya Sai

Dalam website yang terbatas ini kami hanya menampilkan sekelumit  kecil keajaiban dan kemuliaan Bhagawan yang kami petik dari beberapa buku yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia salah satu sumbernya adalah Buku Tapovanam, Buku Kebajikan Keindahan  Kebenaran dan Buku Anandayini.

 

Devotee yang tulus akan senang mendengar kisah kemuliaan Sad Gurunya, berita mengenai Sad Guru maupun kisah-kisah Beliau yang unik. Seperti halnya para Gopi  yang selalu yang selalu merindukan Sri Krishna ketika  jauh dari sisinya, mereka selalu ingin tahu tentang keberadaan Sri  Krisna dan ceriita mengenai diri Beliau. Guru guru agung Seperti Tukaram dan Ramdas setiap saat  mengidungkan kemuliaan Sri Rama dan Kisah Kehidupan Sri Rama. Guru Agung Narada setiap saat mengidungkan nama Narayan dan selalu membicarakan kisah dan keagungan Narayana.

 

Kisah Kemuliaan Sad Guru akan  memberikan kesegaran bagi Devotee yang kelelahan dalam pendakian Spiritual yang semakin tinggi.

 

Suatu pagi Bhagawan berkata kepada Radhakrishna : " Raadha, besok kita akan pergi ke Madras, Swami diundang untuk menghadiri acara yang dimulai pada pukul 19:00."  Tanpa Banyak Kata Raadha sudah pasti tidak akan mengelak, dari bibirnya hanya terungkap kata : " baik swami". Hanya itu.

 

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Raadha telah mempersiapkan segala sesuatunya, mobil telah dibersihkan dan mesinnya dipanaskan. Menurut perhitungan, Baba harus tiba setidaknya 30 menit sebelum acara dimulai, sepanjang perjalanan tidak boleh ngebut agar Swami tidak terguncang di jalanan. Dibutuhkan setidaknya 10 jam perjalanan dengan mobil menuju Madras, jadi dihitung-hitung Swami akan berangkat pada pukul 08:00 pagi dari Prasanthi Nilayam.  Maka Raadhakrishna tidak beranjak dari sisi mobil, menanti perintah berangkat dari Sri Bhagavan.

 

Pagi itu Swami memulai kegiatan rutin Beliau, dengan Dharsan seperti biasa, Raadha berpikir, pastilah seusai Dharsan Baba segera berangkat. Namun dia salah sangka, Swami memanggil beberapa orang untuk menerima interview.  Kembali Raadha menduga, pastilah setelah interview Baba akan berangkat. Sekali lagi salah perkiraan. Swami tidak berangkat juga , sementara hari semakin siang. Raadha semakin tegang dan tidak sabar, Sri Bhagavan masih menyempatkan diri mengikuti Bhajan dan itu berarti hingga menjelang pukul 10. Raadha berdoa semoga dijalan dia tidak harus ngebut, dan tidak ada kemacetan lalu lintas, mudah-mudahan tidak terlambat.

 

Siang hari Raadha tetap menanti disisi mobil dan Swami tidak menunjukkan tanda akan berangkat, apakah mungkin Sang Avatar lupa, tidak, kata hati Raadha, tapi bagaimana bisa sampai di Madras pada pukul 19:00? Bila sekarang belum berangkat? Raadha tidak sabar.  Sebaliknya Baba malah memberi Dharsan sore, ditambah interview kemudian malah mengikuti Bhajan lagi hingga pukul 17:00 lewat, Raadha benar-benar bingung, waktu yang tersisa kurang dari 2 jam untuk ke Madras, itu sama dengan mustahil.

 

Sudah sandhya kala ketika Sri Bhagavan memerintahkan berangkat..mobil dijalankan. Yang dirasa lebih aneh oleh Raadhakrisna adalah ketika tiba dijalan yang agak sunyi Baba menyuruhnya untuk menutup mata: "Jangan membuka mata hingga Ku perintahkan !!!" Dan ketaan yang luarbiasa menyebabkan Raadha menutup mata sambil mengendarai mobil, aneh dan berbahaya. kata hati Raadha. Sudah berangkat terlambat, nyetir dengan mata terpejam.  Bila bukan perintah Swami , mana mungkin Raadha bersedia.

 

Beberapa Menit kemudian, ketika Raadha mendengar perintah buka, ia membuka mata dan mereka telah tiba di depan gedung tempat acara diselenggarakan di Madras dengan selamat pada pukul 18:45. Tepat 15 menit sebelum acara di mulai.

 

APA YANG MUSTAHIL BAGI AVATAR ????.


Buy Cialis Online Buy Zyrtec Online Buy Levaquin Online Buy Cheap Ativan Viagra Online