Pranam Lotus Feet

Pranam Lotus Feet Bhagawan Sri Sathya Sai Baba

 

 

 

Kisah Kemuliaan Sathya Sai diseluruh dunia tidak terhitung banyaknya seperti penyembuhan  dari sakit, keselamatan maupun perubahan mental spiritual. Setiap Devotee mempunyai pengalaman tersendiri dengan Sri Sathya Sai

Dalam website yang terbatas ini kami hanya menampilkan sekelumit  kecil keajaiban dan kemuliaan Bhagawan yang kami petik dari beberapa buku yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia salah satu sumbernya adalah Buku Tapovanam, Buku Kebajikan Keindahan  Kebenaran dan Buku Anandayini.

 

Devotee yang tulus akan senang mendengar kisah kemuliaan Sad Gurunya, berita mengenai Sad Guru maupun kisah-kisah Beliau yang unik. Seperti halnya para Gopi  yang selalu yang selalu merindukan Sri Krishna ketika  jauh dari sisinya, mereka selalu ingin tahu tentang keberadaan Sri  Krisna dan ceriita mengenai diri Beliau. Guru guru agung Seperti Tukaram dan Ramdas setiap saat  mengidungkan kemuliaan Sri Rama dan Kisah Kehidupan Sri Rama. Guru Agung Narada setiap saat mengidungkan nama Narayan dan selalu membicarakan kisah dan keagungan Narayana.

 

Kisah Kemuliaan Sad Guru akan  memberikan kesegaran bagi Devotee yang kelelahan dalam pendakian Spiritual yang semakin tinggi.

 

Baba

 

 

Didalam Kitab Sri Maha Bhagavath telah dinyatakan bahwa Dewa Narayana akan bereinkarnasi di bumi sebagai Sri Krishna dan 'masuk' ke rahim Devaki Devi.  Setelah Bhagawan Sri Sathya Sai Baba menyatakan, " Akulah Krishna pada jaman dulu itu," keraguan mulai muncul dalam benak seorang sarjana yang bernama Sangubhatla Rama Sarma. Dia adalah sarjana bidang sastra (Asthana Pandit) pimpinan Venkatagiri yang juga merupakan sarjanan yang cakap  perihal naskah-naskah kuno dan kisah-kisah mengenai tokoh suci.

 

Suatu Hari dia kebetulan sedang bersama dengan Sri Bhagawan Sathya Sai Baba di mandir membicarakan masalah-masalah spiritual. Tiba-tiba dia bertanya " Swami, apakah kelahiranMu melalui proses pembuahan biasa (pravasam) ataukah melalui peristiwa kehadiran (pravesham) ?"  Mendengar hal ini semua orang yang hadir terkejut dan sekaligus ingin tahu. Pertanyaan aneh apakah ini , dan kalau demikian apakah yangsebenarnya? Namun Swami tentu saja mengetahui hakekat dan arti yang mendalam dari pertanyaan itu. Beliau Kemudian menoleh kepada Ibu Nya Eswaramma yang sedang duduk dibarisan depan dan berkata, " Ceritakan kepada Rama Sarma tentang apa yang terjadi pada hari ketika Ibu menimba air di sumur."

 

Kemudian Easwaramma menceritakan pengalamannya. " Ketika saya sedang menimba air di sumur, saya melihat sebuah bola cahaya yang bersinar kebiru-biruan berputar-putar turun dari langit. Bola cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh saya. Setelah itu saya tidak sadarkan diri. Setelah saya sadar kembali dengan bantuan Ibu Mertua saya  saya menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Dia menasehati saya agar tidak menceritakan hal itu kepada siapapun karena mereka pasti akan menafsirkan yang bukan-bukan dann bahkan akan menertawakannya."

 

Kemudian Bhagawan Sri Sathya Sai Baba menoleh kepada Rama Sarma sambil berkata, " Apakah sekarang engaku mengerti Rama Sarma? KelahiranKu bukanlah melaui pembuahan tetapi melalui peristiwa kehadiran(kedatangan).


(Sumber : Buku Thapovanam)

Suatu pagi Bhagawan berkata kepada Radhakrishna : " Raadha, besok kita akan pergi ke Madras, Swami diundang untuk menghadiri acara yang dimulai pada pukul 19:00."  Tanpa Banyak Kata Raadha sudah pasti tidak akan mengelak, dari bibirnya hanya terungkap kata : " baik swami". Hanya itu.

 

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Raadha telah mempersiapkan segala sesuatunya, mobil telah dibersihkan dan mesinnya dipanaskan. Menurut perhitungan, Baba harus tiba setidaknya 30 menit sebelum acara dimulai, sepanjang perjalanan tidak boleh ngebut agar Swami tidak terguncang di jalanan. Dibutuhkan setidaknya 10 jam perjalanan dengan mobil menuju Madras, jadi dihitung-hitung Swami akan berangkat pada pukul 08:00 pagi dari Prasanthi Nilayam.  Maka Raadhakrishna tidak beranjak dari sisi mobil, menanti perintah berangkat dari Sri Bhagavan.

 

Pagi itu Swami memulai kegiatan rutin Beliau, dengan Dharsan seperti biasa, Raadha berpikir, pastilah seusai Dharsan Baba segera berangkat. Namun dia salah sangka, Swami memanggil beberapa orang untuk menerima interview.  Kembali Raadha menduga, pastilah setelah interview Baba akan berangkat. Sekali lagi salah perkiraan. Swami tidak berangkat juga , sementara hari semakin siang. Raadha semakin tegang dan tidak sabar, Sri Bhagavan masih menyempatkan diri mengikuti Bhajan dan itu berarti hingga menjelang pukul 10. Raadha berdoa semoga dijalan dia tidak harus ngebut, dan tidak ada kemacetan lalu lintas, mudah-mudahan tidak terlambat.

 

Siang hari Raadha tetap menanti disisi mobil dan Swami tidak menunjukkan tanda akan berangkat, apakah mungkin Sang Avatar lupa, tidak, kata hati Raadha, tapi bagaimana bisa sampai di Madras pada pukul 19:00? Bila sekarang belum berangkat? Raadha tidak sabar.  Sebaliknya Baba malah memberi Dharsan sore, ditambah interview kemudian malah mengikuti Bhajan lagi hingga pukul 17:00 lewat, Raadha benar-benar bingung, waktu yang tersisa kurang dari 2 jam untuk ke Madras, itu sama dengan mustahil.

 

Sudah sandhya kala ketika Sri Bhagavan memerintahkan berangkat..mobil dijalankan. Yang dirasa lebih aneh oleh Raadhakrisna adalah ketika tiba dijalan yang agak sunyi Baba menyuruhnya untuk menutup mata: "Jangan membuka mata hingga Ku perintahkan !!!" Dan ketaan yang luarbiasa menyebabkan Raadha menutup mata sambil mengendarai mobil, aneh dan berbahaya. kata hati Raadha. Sudah berangkat terlambat, nyetir dengan mata terpejam.  Bila bukan perintah Swami , mana mungkin Raadha bersedia.

 

Beberapa Menit kemudian, ketika Raadha mendengar perintah buka, ia membuka mata dan mereka telah tiba di depan gedung tempat acara diselenggarakan di Madras dengan selamat pada pukul 18:45. Tepat 15 menit sebelum acara di mulai.

 

APA YANG MUSTAHIL BAGI AVATAR ????.


Buy Cialis Online Buy Zyrtec Online Buy Levaquin Online Buy Cheap Ativan Viagra Online