<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sai Miracle &#38; Leela</title>
	<atom:link href="http://miracle.ssgdenpasar.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://miracle.ssgdenpasar.org</link>
	<description>Kisah Kemuliaan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Nov 2010 06:39:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tidak ada yang Mustahil Bagi Baba</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-ada-yang-mustahil-bagi-baba.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-ada-yang-mustahil-bagi-baba.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 07:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak ada yang mustahil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi Bhagawan berkata kepada Radhakrishna : &#34; Raadha, besok kita akan pergi ke Madras, Swami diundang untuk menghadiri acara yang dimulai pada pukul 19:00.&#34;&#160; Tanpa Banyak Kata Raadha sudah pasti tidak akan mengelak, dari bibirnya hanya terungkap kata : &#34; baik swami&#34;. Hanya itu.
	
&#160;
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Raadha telah mempersiapkan segala sesuatunya, mobil telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Suatu pagi Bhagawan berkata kepada Radhakrishna : &quot; Raadha, besok kita akan pergi ke Madras, Swami diundang untuk menghadiri acara yang dimulai pada pukul 19:00.&quot;&nbsp; Tanpa Banyak Kata Raadha sudah pasti tidak akan mengelak, dari bibirnya hanya terungkap kata : &quot; baik swami&quot;. Hanya itu.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Keesokan harinya pagi-pagi sekali Raadha telah mempersiapkan segala sesuatunya, mobil telah dibersihkan dan mesinnya dipanaskan. Menurut perhitungan, Baba harus tiba setidaknya 30 menit sebelum acara dimulai, sepanjang perjalanan tidak boleh ngebut agar Swami tidak terguncang di jalanan. Dibutuhkan setidaknya 10 jam perjalanan dengan mobil menuju Madras, jadi dihitung-hitung Swami akan berangkat pada pukul 08:00 pagi dari Prasanthi Nilayam.&nbsp; Maka Raadhakrishna tidak beranjak dari sisi mobil, menanti perintah berangkat dari Sri Bhagavan.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Pagi itu Swami memulai kegiatan rutin Beliau, dengan Dharsan seperti biasa, Raadha berpikir, pastilah seusai Dharsan Baba segera berangkat. Namun dia salah sangka, Swami memanggil beberapa orang untuk menerima interview.&nbsp; Kembali Raadha menduga, pastilah setelah interview Baba akan berangkat. Sekali lagi salah perkiraan. Swami tidak berangkat juga , sementara hari semakin siang. Raadha semakin tegang dan tidak sabar, Sri Bhagavan masih menyempatkan diri mengikuti Bhajan dan itu berarti hingga menjelang pukul 10. Raadha berdoa semoga dijalan dia tidak harus ngebut, dan tidak ada kemacetan lalu lintas, mudah-mudahan tidak terlambat.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Siang hari Raadha tetap menanti disisi mobil dan Swami tidak menunjukkan tanda akan berangkat, apakah mungkin Sang Avatar lupa, tidak, kata hati Raadha, tapi bagaimana bisa sampai di Madras pada pukul 19:00? Bila sekarang belum berangkat? Raadha tidak sabar.&nbsp; Sebaliknya Baba malah memberi Dharsan sore, ditambah interview kemudian malah mengikuti Bhajan lagi hingga pukul 17:00 lewat, Raadha benar-benar bingung, waktu yang tersisa kurang dari 2 jam untuk ke Madras, itu sama dengan mustahil.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Sudah sandhya kala ketika Sri Bhagavan memerintahkan berangkat..mobil dijalankan. Yang dirasa lebih aneh oleh Raadhakrisna adalah ketika tiba dijalan yang agak sunyi Baba menyuruhnya untuk menutup mata: &quot;Jangan membuka mata hingga Ku perintahkan !!!&quot; Dan ketaan yang luarbiasa menyebabkan Raadha menutup mata sambil mengendarai mobil, aneh dan berbahaya. kata hati Raadha. Sudah berangkat terlambat, nyetir dengan mata terpejam.&nbsp; Bila bukan perintah Swami , mana mungkin Raadha bersedia.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">Beberapa Menit kemudian, ketika Raadha mendengar perintah buka, ia membuka mata dan mereka telah tiba di depan gedung tempat acara diselenggarakan di Madras dengan selamat pada pukul 18:45. Tepat 15 menit sebelum acara di mulai.<br />
	</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 16px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;">APA YANG MUSTAHIL BAGI AVATAR ????.<br />
	</span></span></p>
<p><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: verdana,geneva,sans-serif;"><br />
	</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-ada-yang-mustahil-bagi-baba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sai Miracle di Bali</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/sai-miracle-di-bali.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/sai-miracle-di-bali.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 15:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Miracle di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;
&#160;
&#160;
&#160;

Miracle Swami yang sesungguhnya dan kekal abadi adalah &#34;Transformation/perubahan&#160; menuju realisai diri&#34;.

&#160;
&#160;
Miracle Swami secara phisik&#160; sering kita dengar ataupun dapat dilihat langsung. 
Di daerah Bali seperti halnya tempat lain di seluruh dunia&#160; Swami menunjukkan beberapa miracle-Nya.&#160; Bahkan Beberapa kali ajaran Swami dan miracle-Nya di muat di Bali Post (kira-kira tahun 2001). Berikut adalah beberapa miracle [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;<img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-78" height="300" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/sathya-sai-baba-murali-gopal-191x300.jpg" title="" width="191" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote>
<p><span style="font-size: 18px;"><span style="background-color: yellow;">Miracle Swami yang sesungguhnya dan kekal abadi adalah &quot;Transformation/perubahan&nbsp; menuju realisai diri&quot;.</span></span></p>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: medium;">Miracle Swami secara phisik&nbsp; sering kita dengar ataupun dapat dilihat langsung. </span></p>
<p><span style="font-size: medium;">Di daerah Bali seperti halnya tempat lain di seluruh dunia&nbsp; Swami menunjukkan beberapa miracle-Nya.&nbsp; Bahkan Beberapa kali ajaran Swami dan miracle-Nya di muat di Bali Post (kira-kira tahun 2001). Berikut adalah beberapa miracle yang ditulis dan dikumpulkan oleh Bapak Wayan Supartha (Bali Post) </span><a href="http://www.geocities.com/Eureka/Office/2055/p3.html" target="_blank"><span style="font-size: medium;">lihat disini</span></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Miracle phisik yang dapat kita lihat sampai saat ini adalah keajaiban yang terjadi di Sai Mandir Monang-Maning. Berita Keajaiban ini sampai tersebar ke beberapa situs-situs Sai di India : <cite>www.<b>saibaba</b>ofindia.com, </cite><cite>www.<b>saibaba</b>.ws, </cite><cite>www.<b>saibaba</b>links.org&nbsp; dll.&nbsp; </cite>Keajaiban Sai Mandir Monang-Maning dapat </span><a href="http://www.saibaba.ws/miracles2/swamisleela_bali.htm" target="_blank"><span style="font-size: medium;">dilihat disini.</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/sai-miracle-di-bali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melampui Ilmu Pengetahuan</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/melampui-ilmu-pengetahuan.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/melampui-ilmu-pengetahuan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 13:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Melampui ilmu pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
&#160;
Pada tahun 1983, para murid Perguruan Sathya Sai mengadakan pameran ilmiah disebuah gedung aula (Kalyana mantapam) di Brindawan. Gubernur Karnataka, Sri Govind Narayan sedang berada di Brindawan untuk mendapatkan darshan Swami. Baba mengajaknya melihat pameran itu. Dipameran itu diperlihatkan beberapa model peralatan ilmiah hasil karya para siswa. Salah satu karya mereka adalah peralatan alarm.&#160; Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-67" height="193" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/divine-parent1-300x193.jpg" title="" width="300" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Pada tahun 1983, para murid Perguruan Sathya Sai mengadakan pameran ilmiah disebuah gedung aula (<em>Kalyana mantapam</em>) di Brindawan. Gubernur Karnataka, Sri Govind Narayan sedang berada di Brindawan untuk mendapatkan darshan Swami. Baba mengajaknya melihat pameran itu. Dipameran itu diperlihatkan beberapa model peralatan ilmiah hasil karya para siswa. Salah satu karya mereka adalah peralatan alarm.&nbsp; Ada sinar yang memancar dari satu titil ke titik yang lain, bila ada tangan yang diletakkan diantara sinar tersebut maka alarm akan berbunyi.&nbsp; Ketika Swami berkeliling dan kemudian tiba di tempat peralatan tersebut, dengan bangga siswa yang merancang peralatan tersebut berkata <span style="color: rgb(255, 102, 0);">&quot; Swami silakan letakkan tangan Anda disini maka alarm akan berbunyi &quot;</span>. Swami meletakkan tangan-Nya disana tetapi alarm tidak berbunyi. Siswa tersebut terlihat bingung.&nbsp; Dia berkata, &quot;sebentar Swami, kelihatannya ada sesuatu yang tidak beres. Aku akan memperbaikinya dulu.&quot; Dia memperbaiki alat tersebut dan dia meletakan tangannya sendiri diantara kedua titik tersebut dan alarm berbunyi secara otomatis. Dengan penuh rasa percaya diri dia meminta lagi Swami untuk meletakkan tangan-Nya disana.&nbsp; Swami melakukannya dan sekali lagi benda tersebut tidak berbunyi. Siswa tersebut menjadi semakin bingung dengan peralatannya.&nbsp; Lalu Swami tersenyum dan berkata kepadanya. &quot; Benda ini tidak perlu diperbaiki. Aku tidak seperti seorang pencuri yang perlu dideteksi oleh alat ini, jadi sudah jelas alarmnya tidak berbunyi!&quot;.<br />
	</span><span style="color: rgb(0, 0, 255);"><span style="font-size: medium;">Swami melampui ilmu pengetahuan.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/melampui-ilmu-pengetahuan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak terbatas ruang dan waktu</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-terbatas-ruang-dan-waktu.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-terbatas-ruang-dan-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 12:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
&#160;
Banyak sekali pengalaman Devotee yang menyatakan Beliau mampu melampui batas ruang dan waktu salah satunya adalah cerita dibawah ini.


Baba pernah suatu kali mengujungi Ventagiri dalam perjalanan pulang ke Puttaparthi. Ada seorang wanita tua, penduduk Prasanthi Nilayam yang saat itu berada di desa kelahirannya di Vayalpadu, yang terletak di jalan antara Ventagiri dan Puttaparthi. Maka, dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="300" width="240" class="aligncenter size-medium wp-image-63" title="" alt="" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/baba66-240x300.jpg" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Banyak sekali pengalaman Devotee yang menyatakan Beliau mampu melampui batas ruang dan waktu salah satunya adalah cerita dibawah ini.<br />
</span></p>
<p><Br>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Baba pernah suatu kali mengujungi Ventagiri dalam perjalanan pulang ke Puttaparthi. Ada seorang wanita tua, penduduk Prasanthi Nilayam yang saat itu berada di desa kelahirannya di Vayalpadu, yang terletak di jalan antara Ventagiri dan Puttaparthi. Maka, dia berpikir bahwa dia akan mencegat Swami dan meminta beristirahat di Vayalpadu dan mengunjungi rumahnya. Dia tahu jadwal keberangkatan Swami dari Ventagiri. Pada hari itu dia berdiri di tepi jalan menunggu mobil Swami dengan sabar. Dia juga mempengaruhi penduduk desa yang lain untuk ikut berjaga-jaga siang dan malam di jalanan ditempat itu jikalau mobi Swami dan rombongan lewat.&nbsp; Tetapi mobil itu tidak pernah terlihat. Kemudian dia mengetahui bahwa Swami telah tiba di Prasanthi Nilayam.&nbsp; Dengan perasaan yang kecewa yang mendalam akhirnya dia juga kembali ke Puttaparthi.<br />
</span></p>
<p><Br>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Dia melihat Swami ada di beranda lantai atas tempat tinggal-Nya sedang berbicara dengan beberapa orang yang sedang berada dilantai bawah. Dengan emosi dia langsung maju kedepan dan tanpa berhenti untuk mengambil napas dia bertanya dengan suara keras,&nbsp; &quot; Swami, penduduk desa kami dan saya berdiri ditepi jalan dekat Vayalpadu menunggu anda. Kami menunggu siang dan malam. Kapan mobil anda lewat didesa kami? Bagaimana anda bisa tiba disini ?&quot; Baba tertawa geli oleh gaya bicara wanita itu yang berapi-api. Semua orang menatap Swami.&nbsp; <span style="color: rgb(0, 0, 255);">T</span><span style="color: rgb(0, 0, 255);">etapi tiba-tiba mereka mendengar suara tawa Swami ada disamping mereka. Swami berdiri disamping mereka, masih tertawa; tidak ada Swami di beranda atas!</span> tidak ada yang mengetahui, bagaimana dan kapan Swami turun dari lantai atas ke bawah. Kemudian Swami berkata kepada wanita itu &quot; Lihatlah, engkau sudah melihat Aku turun dari lantai atas ke bawah ini. Bila Aku bisa melakukan hal ini , bukankah Aku bisa dengan MobilKu, tiba disini melewati desamu tanpa terlihat oleh kalian?.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/tidak-terbatas-ruang-dan-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penuh Welas Asih</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/penuh-welas-asih.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/penuh-welas-asih.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 11:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
&#160;

Pada waktu Baba masih kecil, seringkali Ibu Beliau, Easwaramma dan Karanam Subbamma (tetangga rumahnya) ditanah berdebu didepan rumahnya yang menghadap ke jalan sambil bercakap-cakap. Tepat di depan mereka di Jalanan, Satyam ( nama Baba waktu kecil ) bermain petak umpet dengan mata tertutup bersama teman-temannya. Saat itu ternak pulang dari pengembalaanya. Secara naluri Ibu Easwaramma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="300" width="221" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/1929261889_bad6f7e653-221x300.jpg" alt="" title="" class="aligncenter size-medium wp-image-60" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p><Br>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Pada waktu Baba masih kecil, seringkali Ibu Beliau, Easwaramma dan Karanam Subbamma (tetangga rumahnya) ditanah berdebu didepan rumahnya yang menghadap ke jalan sambil bercakap-cakap. Tepat di depan mereka di Jalanan, Satyam ( nama Baba waktu kecil ) bermain petak umpet dengan mata tertutup bersama teman-temannya. Saat itu ternak pulang dari pengembalaanya. Secara naluri Ibu Easwaramma khawatir akan keselamatan anaknya, namun oleh subbamma yang tahu anak itu ajaib menenangkan Ibu-Nya , &quot;tenanglah dan awasi saja&quot;. Sathyam yang matanya tertutup kain tersebut seringkali menangkap ternak-ternak liar yang lewat didepannya, anehnya dengan sentuhan tangan-Nya yang lebut bianatang itu menjadi jinak, merendahkan kepalanya dan berlalu tanpa melukai siapapun. Peristiwa-peristiwa seperti itu seringkali membuat orang-orang didesa itu yang melihatnya merasa tidak habis mengerti.<br />
</span></p>
<p><Br>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Mungkin karena Satyam lahir dalam pengaruh bintang ardra perasaannya mudah merasa iba akan penderitaan. Bila suatu ketika ada orang yang kelaparan berdiri didepan pintu rumahnya, Satyam akan berlari masuk untuk mengambilkan makananan lalu meletakannya dengan penuh kasih sayang ke tangan yang terulur. Kebahagiaan yang terpancar pada orang yang kelaparan itu akan membuat hati Satyam merasa puas. Dia sering mengajak pulang orang-orang yang merasa kedinginan dan memberinya pakain untuk melindungi tubuhnya. Pada masa itu orang terbiasa membawa binatang unggas dengan cara terbalik, kakinya disatukan dan kepalanya menggantung dibawah, posisi ini sangat menyiksa bianatang malang tersebut. Mereka juga biasa menghalau sapi-sapi jantan agar mau berjalan cepat dengan cara memuntir ekornya dengan kejam. Menyaksikan kejaddian tersebut Satyam sangat pedih hatinya seakan-akan hal itu dilakukan terhadap diri-Nya.<br />
</span></p>
<p><Br>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Beliau penuh dengan belas kasihan, kasih sayang, cinta dan simpati kepada semua mahluk hidup. Pernah suatu ketika beberapa anak laki-laki mengumpulkan selusin ekor katak dan membawanya dalam keranjang. Mereka berencana akan bersenang-senang dengan menyiksa binatang malang tersebut.&nbsp; Satyam meminta agar mereka melepaskan binatang tersebut, namun mereka menolaknya. Tiba-tiba satyam mengubah biatang-binatang tersebut menjadi burung merpati. Beliau mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada lagi katak dalam keranjang itu. Ketika mereka dengan penuh tidak percaya membuka tutup kerajang, burung-burung merpati berhamburan keluar dan terbang ke angkasa. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/penuh-welas-asih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Berubah Jadi Bensin</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/air-berubah-jadi-bensin.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/air-berubah-jadi-bensin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 10:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
&#160;
Pada suatu ketika Baba pergi ke Bangelore dengan mengendarai mobil. Sesaat setelah melewati kota Chikkaballapur mobil itu mogok karena kehabisan bahan bakar.&#160; Tidak ada tempat pengisian bahan bakar ditempat itu.&#160; Baba meminta air yang diambil dari sumber air terdekat. Ketika air itu dibawa dalam sebuah tempat, Beliau memasukkan tangan-Nya ke dalam air dan mengaduknya sebentar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="300" width="267" class="aligncenter size-medium wp-image-57" title="" alt="" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/saibaba-lg2-267x300.jpg" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Pada suatu ketika Baba pergi ke Bangelore dengan mengendarai mobil. Sesaat setelah melewati kota Chikkaballapur mobil itu mogok karena kehabisan bahan bakar.&nbsp; Tidak ada tempat pengisian bahan bakar ditempat itu.&nbsp; <span style="color: rgb(255, 102, 0);">Baba meminta air yang diambil dari sumber air terdekat. Ketika air itu dibawa dalam sebuah tempat, Beliau memasukkan tangan-Nya ke dalam air dan mengaduknya sebentar.</span> Baba kemudian menyuruh sopir memasukkan air yang telah &#8216;diobati&#8217; itu ke tangki bensin. Mesin kemudian bisa dihidupakn dengan baik dan perjalanan dilanjutkan sampai ketujuan tanpa suatu halangan apa pun.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Pada Kesempatan lain yang serupa. Baba ditemani sejumlah pengikut mengunjungi Aurangabad dan Ellora di Maharashtra dan akan dilanjutkan dengan mobil menuju Hyderabad di Andhra Pradesh. Diperjalanan, mobil berhenti karena kehabisan bensin. Pada saat itu agen stasiun pengisian bahan bakar secara nasional sedang mengadakan pemogokan masal, jadi tidak ada cara untuk mengisi tangki. Baba hanya memerintahkan mobil, <span style="color: rgb(0, 0, 255);">&quot;Jalan !&quot;</span> dan mobil mulai berjalan. Setelah tiba di Hyderabad, Baba berkata kepada Sri Kasturi,&nbsp; </span><span style="color: rgb(0, 0, 255);"><span style="font-size: medium;">&quot;<span style="color: rgb(255, 102, 0);">Kasturi, tanpa setetes minyak pun kami bisa berjalan sampai 150 Mil.</span> Jangankan bensin, airpun tidak kami dapatkan sepanjang perjalanan untuk mengisi tangki bensin. Kami tidak melihat aliran sungai ataupun sumur sepanjang rute perjalanan.&quot;</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/air-berubah-jadi-bensin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerendahan Hati</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/kerendahan-hati.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/kerendahan-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 14:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[
Baba dengan Para Sadhu di Prasanthi Nilayam
&#160;
&#160;
Pada sidang ke sembilan perhimpunan &#34; Divine Live&#34; seluruh India yang diselenggarakan di Ventagiri pada tahun 1957.&#160; Biasanya para sekumpulan pertapa terkenal ikut diundang dalam pertemuan ini. Beberapa ketua dan sekretrais cabang &#34; Devine Love Society &#34; termasuk Swami Satchidananda ( Murid dari Swami Sivananda Saraswati Resikesh) kurang senang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="240" width="300" class="aligncenter size-medium wp-image-51" title="" alt="" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/baba-birthday-2-300x240.jpg" /><br />
<span style="font-size: medium;">Baba dengan Para Sadhu di Prasanthi Nilayam</span><br />
&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: medium;">Pada sidang ke sembilan perhimpunan &quot; Divine Live&quot; seluruh India yang diselenggarakan di Ventagiri pada tahun 1957.&nbsp; Biasanya para sekumpulan pertapa terkenal ikut diundang dalam pertemuan ini. Beberapa ketua dan sekretrais cabang &quot; Devine Love Society &quot; termasuk Swami Satchidananda ( Murid dari Swami Sivananda Saraswati Resikesh) kurang senang mendengar Bahwa Sathya Sai Baba ikut diundang dalam pertemuan itu, mereka mengira Baba adalah seorang penyihir dan pengkotbah yang buruk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size: medium;">Pada hari pembukaan sidang kota tersebut penuh melimpah dengan anggota-anggota delegasi, pengunjung dan umat termasuk pula para pertapa yang datang dari berbagai tempat yang jauh seperti Rishikesh, Rajahmundry, Kalahasti dan Madras. Sebuah tandu yang dihias indah telah disiapkan oleh Raja di istana Ventagiri, tandu ini sengaja disiapkan jika pergi menuju tempat pertemuan tersebut. Ketika Baba tiba dan melihat lambang kebesaran ini, dengan sangat sopan Baba menolak kehormatan tersebut sekalipun Raja memohonnya. Baba Berkata <strong><span style="color: rgb(255, 102, 0);">&quot; Ada demikian banyak para pertapa disini, Aku lebih suka berjalan bersama mereka.&quot;</span></strong></span><span style="font-size: medium;"><br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: medium;">Begitu Baba di beri kesempatan memberikan amanat dalam pertemuan tersebut, semua anggota tertegun. Swami Sadananda seorang pertapa yang termasyur memberikan selamat kepada anggota-anggota delegasi atas nasib baik mereka karena mendapatkan Baba sebagai pembingbing dalam menempuh kehidupan Ilahi. Swami Satchitanda ketika bertemu dengan Baba mengalami pengalaman yang unik dan pribadi. Baba mengetahui kehidupan Swami Satchitananda secara detail dan perkembangan spiritualnya. Ketika selesai pertemuan tersebut kedua pertapa yang termasyur tersebut mengikuti Baba ke Prasanthi NIlayam. Bahkan Baba juga sempat memberkati pertapa termasyur Guru dari Swami Satchitananda yaitu Swami Sivananda Saraswati di Rishikesh atas undangan beliau sendiri.&nbsp; Selama di Rishikesh Beliau juga memberkati para pertapa dilereng pegunungan Himalaya tersebut.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: medium;">Kejadian lain sering kita baca dan dengar bahwa ketika seseorang Devotee ikut diundang makan bersama Baba, maka Baba sendiri yang melayaninya seperti mengambilkan makanan, menawarkan bahkan sering sekali menyuapi makanan seperti seorang Ibu melayani anak-Nya.</p>
<p></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<span style="color: rgb(0, 0, 255);"><span style="font-size: medium;">Dalam KeIlahian Beliau,&nbsp; Baba tetap memberikan contoh kerendahan hati.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/kerendahan-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Dekat Dari Seorang Ibu</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-ibu.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-ibu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 13:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Swami memberikan ceramah di S.A.P Kalyana Mantapam (balai pernikahan) di Madras yang sekarang dikenal Chennai. Ribuan pengikut berkumpul untuk mendapat darshan-Nya dan mendengarkan kata-kata-Nya yang menggugah. Swami berbicara dalam bahasa Telugu. Cithoor Nagayya, seorang bintang film ternama masa itu dan pengikut Swami berdiri dekat Swami dan menterjemahkan ceramah Swami ke dalam bahasa Tamil. Para hadirin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="300" width="208" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/baba33-208x300.jpg" alt="" title="" class="aligncenter size-medium wp-image-44" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Swami memberikan ceramah di S.A.P Kalyana Mantapam (balai pernikahan) di Madras yang sekarang dikenal Chennai. Ribuan pengikut berkumpul untuk mendapat darshan-Nya dan mendengarkan kata-kata-Nya yang menggugah. Swami berbicara dalam bahasa Telugu. Cithoor Nagayya, seorang bintang film ternama masa itu dan pengikut Swami berdiri dekat Swami dan menterjemahkan ceramah Swami ke dalam bahasa Tamil. Para hadirin terpesona. Mereka lupa diri dalam sukacita ketika mendengar kata-kata Swami. <span style="color: rgb(255, 153, 0);">Tiba-tiba ada seorang bayi mungil yang kira-kira berusia satu tahun menangis keras di pangkuan Ibunya. Para hadirin menjadi terganggu oleh tangis bayi itu.</span><span style="color: rgb(255, 204, 0);">&nbsp;</span> Semua orang jadi tertuju kepada bayi yang menangis yang menyebabkan terganggunya suasana. </p>
<p></p>
<p>&nbsp;</p>
<p></span><span style="font-size: medium;">Beberapa detik berlalu. Semua orang melihat Swami di mimbar tersenyum lembut. <span style="color: rgb(0, 0, 255);">Beliau mengangkat telapak tangan-Nya yang terbuka mengarah kepada si bayi yang menangis dalam <span style="color: rgb(255, 0, 0);">posisi abhaya</span> ( sebuah sikap yang menjunjukkan jaminan perlindungan), tetapi tiba-tiba&nbsp; menutup telapak tangan-Nya menjadi genggaman yang erat !&nbsp; Saat itu si bayi langsung terdiam.</span> Tidak seorang pun saat itu mengetahui/memperkirakan mengapa mengapa bayi itu tiba-tiba menangis dan mengapa pula secara tiba-tiba dia berhenti menangis. Swami mengulurkan genggaman-Nya kepada Nagayya, membuka-Nya dan berkata &quot; Ada sebuah uang koin 25 paise tersangkut ditenggorokan bayi kecil itu dan aku telah mengambilnya. Ini dia dia uannya! &quot; Sri Nagayya benar-benar diliputi oleh emosi karena terkejut sekaligus gembira dan segera saja dia mengumumkan melalui mikropon. Para hadirin terpesona oleh kejadian tersebut. Si Ibu yang malang itu tidak tahu apa yang salah dengan anaknya, meskipun bayi tersebut berada dipangkuanny sendiri. <span style="color: rgb(255, 102, 0);">Sudah jelas Beliau bahkan lebih dekat dari ibunya sendiri.</span></span><span style="font-size: medium;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">&nbsp; </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-ibu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Dekat dari Seorang Suami</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-suami.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-suami.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 13:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Kumar adalah seorang murid di Sathya Sai Collage di Puttaparthi. Swami menyediakan tempat tinggal untuk orangh tua Kumar dilantai bawah di blok timur dekat kediaman-Nya. Pada suatu kesempatan doa malam, kumar menyanyikan lagu bhajan &#34; Sai Pitha Aur Mata Pitha Sai &#34; ( Sai adalah ayah dan Sai adalah Ibu ) ketika Swami duduk sambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="300" width="229" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/sai-eyes-229x300.jpg" alt="" title="" class="aligncenter size-medium wp-image-40" /></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Kumar adalah seorang murid di Sathya Sai Collage di Puttaparthi. Swami menyediakan tempat tinggal untuk orangh tua Kumar dilantai bawah di blok timur dekat kediaman-Nya. Pada suatu kesempatan doa malam, kumar menyanyikan lagu bhajan<em> </em><span style="color: rgb(0, 0, 255);"><em>&quot; Sai Pitha Aur Mata Pitha Sai &quot;</em> ( Sai adalah ayah dan Sai adalah Ibu ) </span>ketika Swami duduk sambil menggerakan kepala-Nya mengikuti irama lagu itu. Mata Swami dipenuhi sukacita dan kasih sayang. Sebelum bait pertama lagu tersebut selesai dinyanyikan tiba-tiba Swami mendadak bangkit dan bergegas keluar. Kumar merasa nyanyiannya tidak membuat Swami senang. Swami berjalan menuju tempat tinggal orang tua Kumar. Para pengikut yang melihat kejadian itu menjadi terkejut . Pada masa itu belum pernah Swami meninggalkan kediaman-Nya dan berjalan keluar halaman.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Ditempat orang tua Kumar, ibu Kumar mendapat serangan jantung dan sedang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Baba bergegas masuk ke dalam rumah, memberinyi segelas air dan menciptakan vibuthi untuknya. Setelah mengucapkan beberapa patah kata penghiburan dan membangkitnya semangatnya, Beliau kembali ke aula bhajan dan kembali duduk. Saat itu bhajan Kumar hampir selesai. Ketika bhajan selesai, Swami berkata pada Kumar , &quot; apakah engkau tahu kenapa Aku tergesa-gesa keluar&nbsp; ? Ibumu di ambang kematian dan Aku pergi untuk menyelamatkannya. Disini kau sedang bernyanyi : &quot; Engkaulah ayah; Engkaulah ibu &quot;. Bagaimana Aku bisa duduk santai disini menikmati lagumu ketika ibumu sedang menderita disana? Aku harus segera menemuinya dan menyelamatkannya.<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Jadi tidak diragukan lagi Belaiu paling dekat dan paling mengetahui handai-taulan dan sanak keluarga seseorang bahkan lebih dekat dari seorang suami sekalipun.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/lebih-dekat-dari-seorang-suami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Beo Dari Daun Sirih</title>
		<link>http://miracle.ssgdenpasar.org/burung-beo-dari-daun-sirih.html</link>
		<comments>http://miracle.ssgdenpasar.org/burung-beo-dari-daun-sirih.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 13:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miracle.ssgdenpasar.org/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Saat itu Swami sedang melakukan perjalanan di Adhra Pradesh. Beliau bermalam di rumah seorang pengikut-Nya. Setelah makan, sebuah piring perak yang berisikan daun sirih yang muda, bubuk buah pinang, kapur dan beberapa bahan lain diletakkan dihadapan Baba. Dengan santai Baba memisahkan tulang-tulang daun agar daun daun itu nyaman dikunyah. Tulang-tulang daun itu Baliau susun dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img height="234" width="300" class="aligncenter size-medium wp-image-34" title="" alt="" src="http://miracle.ssgdenpasar.org/wp-content/uploads/2009/07/sai-bhava-300x234.jpg" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Saat itu Swami sedang melakukan perjalanan di Adhra Pradesh. Beliau bermalam di rumah seorang pengikut-Nya. Setelah makan, sebuah piring perak yang berisikan daun sirih yang muda, bubuk buah pinang, kapur dan beberapa bahan lain diletakkan dihadapan Baba. Dengan santai Baba memisahkan tulang-tulang daun agar daun daun itu nyaman dikunyah. Tulang-tulang daun itu Baliau susun dengan hati-hati diatas piring menyerupai bentuk burung beo. Sembari melakukan itu, Baba berbicara dengan para pengikut yang mengelilingi-Nya dan tiba-tiba bertanya. &quot; Dalam benak kalian, sekarang Tuhan sedang melakukan apa?&quot; Mereka menjawab, &quot; Tuhan sedang sibuk melakukan <em>srishti</em>.&quot; Swami kemudian menyentuh bentuk burung beo di piring yang ada di hadapan -Nya dan tiba-tiba bentuk burung itu mewujud, hidup dan terbang keluar sambil mngepak-ngepakkan sayapnya. Para pengikut terheran-heran dengan kejadian yang tidak terduga yang mereka alami. ditengah keriangan pengikut-Nya Swami tertawa penuh pesona.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miracle.ssgdenpasar.org/burung-beo-dari-daun-sirih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

