
Bhagawan Sri Satya Sai pada suatu waktu pernah mengadakan perjalanan mengendarai mobil dari Bangelore ke Puttaparthi. Salah satu murid-Nya yang menyetir mobil. Mobil-mobil lain yang berisi beberapa pengikut membuntuti mobil Swami. Jalanan berbatu dan berlubang-lubang dan daerahnya berbukit-bukit , terisolasi dan sepi ( kondisi jalan waktu itu tidak semulus jalan sekarang ). Seekor ular kobra yang panjang melintasi dijalanan. Murid yang menyetir mobil Swami telah melihat ular tersebut dari kejauhan. Dia tidak bisa memutuskan apakah menghentikan mobil itu untuk menyelamatkan ular kobra itu atau menindasnya. Dia menoleh kebelakang dan melihat Swami dalam posisi yoga mudra (perenungan mendalam). Sang murid berpikir, " Swami tertidur lelap. Jika tiba-tiba mobil dihentikan, tidur-Nya pasti akan tergangu ! " Oleh karena itu dia tetap melaju dan melindas ular kobra itu.
Setelah tiba di Prasanthi Nilayam, Sang Murid turun dari mobil lalu membukkan pintu untuk Swami. Swami turun dan berjalan menuju serambi tempat tinggal-Nya. Sang murid heran ketika melihat bekas lumpur kotor seperti goresan besar dibagian belakang jubah Swami. Dia berkata " Swami, pakain Swami kotor dibagian belakang. " Jawaban Swami , " Sesaat yang lalu Aku berada dibawah roda mobil ini untuk menyelamatkan ular kobra yang malang itu"