
Kumar adalah seorang murid di Sathya Sai Collage di Puttaparthi. Swami menyediakan tempat tinggal untuk orangh tua Kumar dilantai bawah di blok timur dekat kediaman-Nya. Pada suatu kesempatan doa malam, kumar menyanyikan lagu bhajan " Sai Pitha Aur Mata Pitha Sai " ( Sai adalah ayah dan Sai adalah Ibu ) ketika Swami duduk sambil menggerakan kepala-Nya mengikuti irama lagu itu. Mata Swami dipenuhi sukacita dan kasih sayang. Sebelum bait pertama lagu tersebut selesai dinyanyikan tiba-tiba Swami mendadak bangkit dan bergegas keluar. Kumar merasa nyanyiannya tidak membuat Swami senang. Swami berjalan menuju tempat tinggal orang tua Kumar. Para pengikut yang melihat kejadian itu menjadi terkejut . Pada masa itu belum pernah Swami meninggalkan kediaman-Nya dan berjalan keluar halaman.
Ditempat orang tua Kumar, ibu Kumar mendapat serangan jantung dan sedang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Baba bergegas masuk ke dalam rumah, memberinyi segelas air dan menciptakan vibuthi untuknya. Setelah mengucapkan beberapa patah kata penghiburan dan membangkitnya semangatnya, Beliau kembali ke aula bhajan dan kembali duduk. Saat itu bhajan Kumar hampir selesai. Ketika bhajan selesai, Swami berkata pada Kumar , " apakah engkau tahu kenapa Aku tergesa-gesa keluar ? Ibumu di ambang kematian dan Aku pergi untuk menyelamatkannya. Disini kau sedang bernyanyi : " Engkaulah ayah; Engkaulah ibu ". Bagaimana Aku bisa duduk santai disini menikmati lagumu ketika ibumu sedang menderita disana? Aku harus segera menemuinya dan menyelamatkannya.
Jadi tidak diragukan lagi Belaiu paling dekat dan paling mengetahui handai-taulan dan sanak keluarga seseorang bahkan lebih dekat dari seorang suami sekalipun.