
Pada Suatu kesempatan, Bhagawan Sri Sathya Sai Baba ditemani Swami Karunyananda mengunjungi Dharmakshetra sementara Karunyananda menempati sebuah ruangan yang terletak di lantai bawah kamar Baba. Beberapa tokoh terkemuka Mumbai datang untuk bertemu Bhagawan. Tangga yang mereka pakai tersambung dengan ruangan lantai dasar, agar tidak terganggu, Karunyanada mengunci pintu kamarnya dari dalam. Ketika Karunyanda nelihat keluar jendela, dia melihat pemandangan yang mengganggu. Tepat di luar tembok halaman ada beberapa anak yang sedang berebut sisa makanan dengan anjing jalanan. Pemandangan itu membuat dia terkejut dan sedih. Ini adalah masa pada saat Baba turun kedunia ini dan berada disini. Tidakkah ini sesuatu yang menyedihkan bahwa manusia harus berkelahi dengan anjing jalanan untuk memperebutkan makanan sisa? Ketika pikiran seperti ini memenuhi pikirannya, dia merasakan ada sentuhan lembut dipundaknya. Dia berbalik dan mendapati Sri Sathya Sai tersenyum dan memandangi matanya.
Karunyananda merasa malu dan berkata, " Swami, aku mengunci pintuku dari dalam, bagaimana anda bisa masuk?" Baba berujar," Jika aku ingin masuk apakah ada kunci yang sanggup menghalangi jalan-Ku? Aku datang untuk mengajakmu makan ." Kemudian Karunyananda menceritakan apa yang mengganggu pikirannya kepada Baba mengenai beberapa anak yang berebut makanan dengan anjing jalanan. Bhagawan menjelaskan dengan sabar, " Mereka itu yang kamu lihat dikehidupan sebelum ini (kehidupan yang lalu) hidup dalam kemewahan dan kemudahan. Mereka selalu menghina makan (tidak bersyukur) dengan aneka banyak makanan yang disediakan dimeja makan, mengambil sedikit disini dan sedikit disana dan membuang sisanya, mereka membuang lebih banyak dari yang mereka makan,..mengina makanan enak lalu membuangnya. Maka pada kehidupan sekarang ini mereka mengambil kembali apa yang mereka buang secara sembarangan ke tumpukan sampah pada kehidupan mereka sebelumnya! "
Baba mengatakan "Food is God, Don’t wasted Food"