Pada waktu Baba masih kecil, seringkali Ibu Beliau, Easwaramma dan Karanam Subbamma (tetangga rumahnya) ditanah berdebu didepan rumahnya yang menghadap ke jalan sambil bercakap-cakap. Tepat di depan mereka di Jalanan, Satyam ( nama Baba waktu kecil ) bermain petak umpet dengan mata tertutup bersama teman-temannya. Saat itu ternak pulang dari pengembalaanya. Secara naluri Ibu Easwaramma khawatir akan keselamatan anaknya, namun oleh subbamma yang tahu anak itu ajaib menenangkan Ibu-Nya , "tenanglah dan awasi saja". Sathyam yang matanya tertutup kain tersebut seringkali menangkap ternak-ternak liar yang lewat didepannya, anehnya dengan sentuhan tangan-Nya yang lebut bianatang itu menjadi jinak, merendahkan kepalanya dan berlalu tanpa melukai siapapun. Peristiwa-peristiwa seperti itu seringkali membuat orang-orang didesa itu yang melihatnya merasa tidak habis mengerti.


Mungkin karena Satyam lahir dalam pengaruh bintang ardra perasaannya mudah merasa iba akan penderitaan. Bila suatu ketika ada orang yang kelaparan berdiri didepan pintu rumahnya, Satyam akan berlari masuk untuk mengambilkan makananan lalu meletakannya dengan penuh kasih sayang ke tangan yang terulur. Kebahagiaan yang terpancar pada orang yang kelaparan itu akan membuat hati Satyam merasa puas. Dia sering mengajak pulang orang-orang yang merasa kedinginan dan memberinya pakain untuk melindungi tubuhnya. Pada masa itu orang terbiasa membawa binatang unggas dengan cara terbalik, kakinya disatukan dan kepalanya menggantung dibawah, posisi ini sangat menyiksa bianatang malang tersebut. Mereka juga biasa menghalau sapi-sapi jantan agar mau berjalan cepat dengan cara memuntir ekornya dengan kejam. Menyaksikan kejaddian tersebut Satyam sangat pedih hatinya seakan-akan hal itu dilakukan terhadap diri-Nya.


Beliau penuh dengan belas kasihan, kasih sayang, cinta dan simpati kepada semua mahluk hidup. Pernah suatu ketika beberapa anak laki-laki mengumpulkan selusin ekor katak dan membawanya dalam keranjang. Mereka berencana akan bersenang-senang dengan menyiksa binatang malang tersebut.  Satyam meminta agar mereka melepaskan binatang tersebut, namun mereka menolaknya. Tiba-tiba satyam mengubah biatang-binatang tersebut menjadi burung merpati. Beliau mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada lagi katak dalam keranjang itu. Ketika mereka dengan penuh tidak percaya membuka tutup kerajang, burung-burung merpati berhamburan keluar dan terbang ke angkasa.


Buy Cialis Online Buy Zyrtec Online Buy Levaquin Online Buy Cheap Ativan Viagra Online